a Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Palembang Gandeng Yayasan Malaya Selenggarakan Seminar Pelestarian dan Perlindungan Cagar Budaya Melalui Instrumen Hukum – Yayasan Alam Melayu Sriwijaya


Cagar budaya yang dimiliki Indonesia adalah sebagai bukti sejarah yang tentu memiliki sejumlah pesan-pesan yang merefleksikan  hubungan bangsa kita dengan lingkungan alam di sekitarnya dan juga relasinya dengan kelompok-kelompok sosial saat itu, sehingga cagar budaya ini adalah warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai sosial-budaya yang penting.
Dalam upaya perlindungan dan pelestarian Cagar Budaya, Pemerintah telah mengeluarkkan peraturan terakhir berbentuk Undang-undang No. 11 Tahun 2010, dimana pelestarian ini tidak hanya bertujuan  untuk  melestarikan fisik atau bangunan sebuah cagar budaya, tetapi juga bertujuan untuk melestarikan lingkungan alam di sekitarnya, bersama-sama dengan nilai-nilai sosial-budaya termasuk nilai-nilai sejarah yang dikandungnya. Adapun cakupan pelestarian cagar budaya itu, adalah pemeliharaan sehari-hari, perlindungan melalui jalur juridis (formal) (legislagi atau law enforcement) dan pemugaran dan konservasi.
Dikaitkan dengan perkembangan yang terjadi di kota Palembang saat ini, dimana terjadi pemugaran Pasar Cinde yang telah dijadikan cagar budaya oleh pemerintah Kota Palembang dan adanya revitalisasi Bukit Siguntang yang merupakan situs peninggalan zaman Sriwijaya, yang dinilai beberapa ahli sejarah merusak bagian bukit tersebut, maka pengurus pusat Al-Jami’yatul Washliyah kota Palembang bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya serta didukung oleh Yayasan Malaya dan Masyarakat Sejarawan Indonesia akan mengadakan seminar guna menyamakan persepsi mengenai cagar budaya dan detail pelestariannya yang dimaksud dalam Undang-undang No.11 Tahun 2010 tersebut.
Seminar akan dilaksanakan pada Kamis, 29 Maret 2018, pukul 09.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Auditorium Utama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya, Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang, menghadirkan pembicara:

  1. Dr. Agus Aris Munandar (Guru besar tetap bidang Arkeologi Universitas Indonesia)
  2. Dr. Anna Erliyana, S.H., M.H. (Guru Besar FH Universitas Indonesia / Tim Ahli Cagar Budaya Nasional)
  3. Farida R. Wargadalem (Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Sumsel)
  4. Reda Mantovani, S.H., LLM (Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sumsel)

Melalui seminar ini, akan disosialisasikan UU No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya kepada masyarakat umum, khususnya kepada pemerhati budaya dan pemangku kepentingan (stakeholder); guna menyamakan persepsi mengenai ke-cagarbudaya-an yang dimaksud dalam undang undang No.11 Tahun 2010, sehingga dapat menyatukan visi dan aksi dalam pelestarian cagar alam; dan membuat rekomendasi yang diharapkan ke depannya bisa menjadi kebijakan dalam realisasi pelestarian dan perlindungan cagar budaya di Sumsel.
Wallahu a’lam

(Visited 38 times, 1 visits today)
Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Palembang Gandeng Yayasan Malaya Selenggarakan Seminar Pelestarian dan Perlindungan Cagar Budaya Melalui Instrumen Hukum
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pkv games pkv games bandarqq dominoqq slot77 pkv games dominoqq bandarqq slot deposit indosat slot dana slot pulsa pkv games dominoqq bandarqq dominoqq MPO mpo play mpo play pkv pkv dominoqq domino99 bandarqq pkv games domino99 dominoqq bandarqq bandarqq bandarqq judi bola bandarqq pkv games pkv games pkv games jam hoki main slot jam hoki main slot bandarqq bandarqq bandarqq pokerqq bandar66 bandar66 parlay bandar sakong bandarqq
slot123 slot gacor slot thailand ole777 gb777 ole777 slot telkomsel slot triofus slot gacor