Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumsel dan Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA) berkesempatan menghadiri undangan Diskusi Sehari dengan tema “Peran Organisasi Profesi dalam Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Perkotaan” di Museum Nasional Indonesia, pada hari Selasa, 26 April 2016.
Diskusi ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) bekerjasama dengan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.
Hadir sebagai pembicara yaitu Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia, Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia dan Sekjen Masyarakat Sejarawan Indonesia.

26 April 2016 | Pembicara yang hadir dalam diskusi. Dari kiri: Bpk Yunus Satriyo (Ketua Ikatan Ahli Arkeolog Indonesia). Bpk Restu (Sekjen MSI). Bpk Ahmad Djuhara (Ketua Ikatan Arsitek Indonesia). Bpk Idham Bachtiar (Ketua Asosiasi Antropolog Indonesia)


26 April 2016 | Diskusi dibuka secara resmi oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid

Diskusi ditutup oleh Bpk Yunus Satrio (Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia)

26 April 2016 | Para panelis diskusi

26 April 2016 | Bersama Bpk Idham Bachtiar (Ketua Asosiasi Antropolog Indonesia)

Bersama Bpk Yunus Satrio; Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI)

26 April 2016 | Prasasti Talang Tuo yang terdapat di Museum Nasional

Wallahu a’lam

(Visited 10 times, 1 visits today)
Diskusi Peran Organisasi Profesi dalam Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Perkotaan
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *